Pengertian Rasio Utang Terhadap Pendapatan dan Pengaruhnya untuk Anda

Banyak hal yang harus diperhatikan saat mengajukan pinjaman, apapun bentuknya, antara lain kartu kredit, KTA, KPR, KKB, dan lain sebagainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain total suku bunga, biaya administrasi tahunan, dan jumlah angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan. Mengutip dari skor kredit lihat juga kesepakatan yang sudah disepakati, ada beberapa efek yang perlu diperhitungkan jika tidak bisa membayar cicilan tepat waktu. Biasanya ini ada hubungannya dengan agunan / aset yang Anda jadikan sebagai jaminan. Tidak ketinggalan, tentunya Anda perlu mempertimbangkan rasio hutang / pendapatan sebelum mengajukan pinjaman.

Yang dimaksud debt to income ratio adalah rasio yang dapat melihat apakah pembayaran angsuran utang bulanan sesuai dengan jumlah pendapatan utang yang diperoleh. Biasanya ini akan mempengaruhi pemberi pinjaman (misalnya Bank) untuk melihat apakah Anda memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman atau tidak.

Pengajuan pinjaman, kartu kredit, atau KTA biasanya hanya bisa dipenuhi jika calon peminjam memiliki rasio hutang terhadap pendapatan yang baik. Analisa ini dijadikan salah satu dasar oleh bank, karena bank akan menganggap Anda cukup bertanggung jawab jika memiliki hubungan yang cukup baik.

Tidak hanya penyampaiannya, debt-to-income ratio juga bisa jadi pertimbangan saat mendapatkan pinjaman. Pada dasarnya wajib memiliki hutang yang lebih rendah dari pendapatan bulanan, apalagi jika hutang tersebut adalah hutang konsumen.

Rasio utang terhadap PDB pada gambar ini menentukan bahwa arus kas Anda sudah tepat dan memungkinkan Anda untuk melunasi utang secara berkala, tanpa takut terlambat. Selalu konsisten dan pertahankan rasio hutang terhadap pendapatan Anda pada jumlah ini, dan membayar cicilan secara rutin juga dapat mempengaruhi skor kredit Anda di SLIK yang baik dan bebas dari blacklist. Bahkan dengan rasio hutang dan pendapatan yang baik, Anda juga perlu menjaga pengeluaran Anda tetap terkendali dan tidak mengeluarkan uang berlebihan, agar Anda dapat membayar cicilan secara teratur.

Untuk angka ini, rasio yang Anda miliki masih cukup bagus dan masih bisa ditingkatkan, tidak seideal persentase di bawah ini. Anda masih memiliki kesempatan untuk menangani pengeluaran yang tidak terkontrol. Sebisa mungkin, jangan sampai rasio hutang terhadap pendapatan melebihi 40%. Oleh karena itu, jika Anda tidak dapat mempertahankan rasio untuk tetap konsisten atau mengurangi rasio hutang terhadap pendapatan, Anda lebih mungkin mengalami krisis dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk melunasi hutang di masa depan.

eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *